Destinasi Wisata

8 Wisata Air Terjun Eksotis di Magelang yang Bikin Adem

Air Terjun Kedung Kayang
Air Terjun Kedung Kayang [credit: @ferryefangelist]
Penulis Dwi Rahayu

Magelang, tak hanya punya sejarah, tapi juga menyimpan sejuta keindahan alam, air terjun salah satunya.

Selain dikenal memiliki banyak candi, Magelang yang merupakan daerah dataran tinggi yang dikelilingi lima gunung dan perbukitan, terdiri dari Gunung Merapi, Merbabu, Telomoyo, Sumbing, dan Perbukitan Menoreh. Dengan kondisi alam seperti ini, tidak heran kalau kota sejuta bunga ini selalu sejuk dan alam yang segar.

Banyaknya gunung yang mengitari kota kecil ini tentunya menjadi sumber mata air untuk sungai-sungai dibawahnya. Tak heran kalau kota gethuk ini juga dikenal memiliki banyak air terjun cantik, yang dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah curug. Berikut 8 wisata air terjun yang bisa kamu kunjungi di Magelang buat menyegarkan traveling kamu.

1. Air Terjun Grenjengan Kembar

Sesuai dengan namanya, air terjun atau Curug Grenjengan Kembar ini memiliki dua air terjun yang bersebelahan. Air curug ini berasal dari anak sungai Cebong dimana mata airnya bersumber dari lereng Gunung Merbabu. Meski dinamai kembar, tapi tidak benar-benar identik, karena salah satu air terjun justru punya keunikan tersendiri dimana pada aliran jatuhnya air, ada batu yang membelah sehingga air yang jatuh seperti dari dua sumber. Sementara air terjun satu lagi seperti pada umumnya.

air terjun grenjengan kembar

Air Terjun Grenjengan Kembar [credit: dhaneswarii]

Yang menarik kalau kamu pergi ke curug yang ada di Dusun Citran, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis ini, keindahan dan kesegarannya tidak hanya bisa kamu rasakan di lokasi air terjun. Setelah kamu memarkir kendaraan, di sepanjang jalan menuju curug kembar ini banyak spot selfie yang bisa kamu jadikan ajang eksis, mulai dari jalan yang membelah bukit seperti lorong, hutan bambu dan pinus. Kamu bisa benar-benar merasakan eksotisme panorama di Air Terjun Grenjengan Kembar.

2. Air Terjun Kedung Kayang

Air Terjun Kedung Kayang, terletak di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, sebuah desa yang berada di lereng dua gunung, Merapi dan Merbabu, dan merupakan daerah perbatasan Magelang dan Boyolali. Air terjun yang tingginya hampir 40 meter ini memiliki debit air yang cukup deras, apalagi kalau musim hujan. Meski airnya deras dan bersih, kamu masih aman kok mandi dibawahnya dan aktivitas ini biasa dilakukan oleh para pengunjung tempat ini.

Air Terjun Kedung Kayang

Air Terjun Kedung Kayang [credit: @ferryefangelist]

Ada hal yang unik dari Air Terjun Kedung Kayang ini, dimana terdapat sebuah gua di belakang air terjun. Gua selebar kurang lebih 2 x 2,5 m bisa kamu lihat di dinding air terjun, sekitar 1,5 meter dari atas kedung. Jadi, kalau kamu pengen masuk ke gua ini, harus melewati derasnya air yang jatuh dari atas. Konon gua ini dulunya dijadikan sebagai tempat pertapaan oleh orang yang memiliki keinginan tertentu.

Baca juga: 5 Pantai Paling Eksotis di Donggala, Kalian Bakal Bilang ‘Wow’

3. Air Terjun Sumuran Seloprojo

Kali ini kita ke Kecamaan Ngablak, tepatnya di Desa Seloprojo. Sesuai dengan nama desanya, disini terdapat sebuah Air Terjun Seloprojo atau lebih populer dengan sebutan Air Terjun Sumuran. Air terjun berketinggian sekitar 35 meter ini dibawahnya terdapat dua buah kolam buatan atau sumuran yang dibangun secara bertingkat. Uniknya, pada bagian ujung masing-masing kolam tersebut terdapat tiga buah patung kepala binatang dimana air dari kolam akan dialirkan melalui mulut patung tersebut ke bagian kolam atau aliran dibawahnya.

Air Terjun Sumuran Seloprojo

Air Terjun Sumuran Seloprojo [credit: @raniratnasari]

Lokasi wisata Air Terjun Sumuran Seloprojo ini memang masih terbilang cukup sepi karena belum terlalu banyak orang mengenal tempat eksotis ini. Keindahan tidak hanya pada air terjunnya saja, tapi sepanjang jalan menuju tempat ini kamu disuguhi cantiknya panorama pegunungan, persawahan terasering, serta pemandangan alam yang begitu indah.

4. Air Terjun Ngesong

Ternyata Desa Selprojo, Kecamatan Ngablak tak hanya memiliki satu, tapi dua air terjun yang menawan. Saudara sekampung Air Terjun Sumuran adalah Air Terjun Ngesong. Tak mau kalah dengan saudaranya, di lokasi air terjun yang satu ini kamu juga akan disuguhi eksotisme alam Seloprojo. Air Terjun Ngesong  memiliki ketinggian yang hampir sama dengan Sumuran, hanya saja aksesibilitas ke tempat ini sedikit lebih sulit. Meski harus menempuh medan yang lebih sulit, sepanjang perjalanan kamu sudah akan disuguhi panorama pinus yang cocok untuk spot selfie. Makin dekat dengan air terjun, dominasi pinus berganti hutan bambu.

Air Terjun Ngesong

Air Terjun Ngesong [credit: @rischianto]

Untuk dapat menikmati dua air terjun di Seloprojo ini kamu cuma dikenakan satu kali tiket masuk. Jadi cukup bayar satu dapat dua, puas kan. Oh ya, khusus di Air Terjun Ngesong, karena belum tersedianya fasilitas tempat sampah, maka kamu harus sedia kantong plastik untuk tempat sampah pribadi ya, biar tidak merusak keindahan tempat ini.

Baca juga: Air Terjun Dua Warna Kedung Pedut, Pesona Keajaiban Wisata Kulon Progo

5. Air Terjun Sekar Langit

Kalau kamu pernah mendengar sebuah legenda Nawangwulan dan Jakatarub, disinilah cerita tersebut berasal. Konon, Air Terjun Sekar Langit merupakan tempat mandinya seorang putrid kayangan bernama Nawangwulan. Suatu ketika, saat sedang mandi, ada seorang warga bumi bernama Jakatarub yang mencuri pakaian sang putri. Alhasil sang putri tidak bisa kembali ke tempat asalnya hingga akhirnya menikah dengan Jakatarub.

Air Terjun Sekar Langit

Air Terjun Sekar Langit [credit: @rickirizmunadi]

Legenda yang begitu lekat dengan air terjun di Desa Telogorejo, Kecamatan Grabag ini menjadi salah satu alasan banyak orang berkunjung ke tempat sejuk ini. Terlepas dari legenda tersebut, air terjun yang berada di lereng Gunung Telomoyo ini memang sangat menarik untuk dikunjungi. Air terjun yang cukup deras dengan ketinggian sekitar 30 meter ini dibingkai panorama yang sangat elok dan suasana khas pegunungan yang sejuk.  Kalau mau mandi jangan lupa bawa pakaian ganti ya.

Beri Komentar